Postingan

Puisi

Gambar
"Bunga Bangsa Yang Abadi" Karya Dini Rosyada Mahmud Sumber gambar: Google Para petani desa. Mengais nasi dari padi yang dicekik. Penjajah memeras hasil Ibu Pertiwi. Merampas tanah yang mereka hidupkan. Penjajah tidak setenang air. Penjajah tidak seteduh pohon. Penjajah tidak seramah tanah. 350 tahun Nederland mencengkram Ibu Pertiwi. Duarr.. Duarr.. Duarr. Dengan hati penuh ambisi menguasai. Penjajah menggugurkan para Bunga Bangsa. Darah menggenang di tanah Ibu Pertiwi. Namun.. Semangat tetap menggelora. Di dalam diri Bunga Bangsa sebutan Pahlawanku. Bersenjata bambu runcing, keris, dan doa. Melawan para penjajah bersenjata lengkap. Kini 76 tahun Ibu Pertiwi merdeka. Tanah ini penuh darah dan keringat perjuangan. Pahlawan tidak akan terlupakan oleh kalbu. Bendera merah putih tegak karenamu pahlawan. Note: Ditulis pada hari pahlawan 10 November 2021 ❤️

Puisi

Gambar
Puncaknya Allah   Dini Rosyada Mahmud Sumber gambar: Google Jika kita mencintai pada keindahan. Ketahuilah yang Maha Indah itu Allah. Jika kita mencintai pada kepintaran. Ketahuilah yang Maha Pintar itu Allah. Jika kita mencintai pada kebaikan. Ketahuilah yang Maha Baik itu Allah. Jika kita mencintai sifat. Ketahuilah yang Maha Bijaksana itu Allah. Jika kita manusia hanya mencintai karena fisik saja. Bagaimana mencintai Allah begitu dalam, sedangkan kamu tidak pernah kuat melihat wujudnya? Allah Maha Indah, Allah Maha Pintar, Allah Maha Baik, Allah Maha Bijaksana. Segalanya, puncaknya ada di Allah Yang Sempurna.

Puisi

Gambar
 Puisi "Doa yang Melangit Zulaikha" Zulaikha berhati resah  Sepucuk undangan kepada mereka Diberinya sebuah apel dan pisau  Tak dirasa jari mereka teriris sendiri Berbilang waktu  Selama tiga puluh tahun Perasaan Zulaikha masih basah  Seperti zam-zam yang tak kenal kemarau  Berbilang waktu  Zulaikha melangitkan doa-doa  Sembari merayu-rayu Allah Seperti roda yang terus dikayuh   Berbilang waktu  Doa itu pun sampai ke langit  Menggetarkan Lauhul Mahfudz Menghantarkan pada Nabi Yusuf