Postingan

Puisi

Gambar
Mau Jadi Perempuan Yang Mana? Karya Dini Rosyada Mahmud Kutuliskan empat perempuan hebat ini Sirah-sirah dari buku Sibel Eraslan Perempuan yang dijamin surga Allah Ujian hidupnya tak kalah main beratnya Hatinya teguh menggenggam cinta Allah Jadilah perempuan mahal seperti keempatnya Jangan mudah tergoda dengan tipuan dunia Bibirnya tidak meniti nama laki-laki Hati dan tubuhnya tidak tersentuh laki-laki Hujaman fitnah dan cacian membasuh tubuhnya Langkahnya terseret-seret mengasingkan diri Di bawah pohon kurma berpeluh kesakitan Dari rahimnya mulia melahirkan Nabi Isa Sayyidah Maryam perempuan bermahkota suci Bibirnya meniti asma Allah dan merampal doa Hati perempuan lembut membesarkan Nabi Musa Bersuamikan raja mesir mendongak sebagai Tuhan Tubuhnya dipanggang panasnya matahari Hatinya lembut ditimpa batu di nafas terakhir Matanya teduh melihat istananya di surga Sayyidah Asiyah perempuan bermahkota sabar Perempuan pertama memeluk Islam dengan teguh Pendamping setia jalan perjuangan Ro...

Buku Antologiku

Gambar
Salam Literasi Buku merupakan jendela dunia, namun apa gunanya jendela apabila tidak dibuka atau dibaca. Nah disini aku mengajak kamu untuk meningkatkan literasi sastra :)  Untuk kamu yang suka puisi, yuk tingkatkan literasimu melalui karya-karya puisi kita di buku "Senandika Frasa Asmara", buku yang bertemakan kerinduan ini bakal menjadi temanmu dikala galau atau merindukan seseorang :) Pre-order bukunya mulai 28 November sampai 5 Desember 2022. Pemesanan bisa melalui Instagramku @dini_rosyada. Jangan sampai terlewat moment ini dan kamu bisa dapat keistimewaan pre-order diantaranya: • Buku Cetak Ekslusif 📚 • Goal Planner 🏵️ • Bookmark 🔖 • Thanks You Card 🏷️ • Voucher Pembelian Buku di Mengubahsemesta.com 🎫  • Cute Gel Balpoint 🖋️🛍️

Puisi

Gambar
"Bunga Bangsa Yang Abadi" Karya Dini Rosyada Mahmud Sumber gambar: Google Para petani desa. Mengais nasi dari padi yang dicekik. Penjajah memeras hasil Ibu Pertiwi. Merampas tanah yang mereka hidupkan. Penjajah tidak setenang air. Penjajah tidak seteduh pohon. Penjajah tidak seramah tanah. 350 tahun Nederland mencengkram Ibu Pertiwi. Duarr.. Duarr.. Duarr. Dengan hati penuh ambisi menguasai. Penjajah menggugurkan para Bunga Bangsa. Darah menggenang di tanah Ibu Pertiwi. Namun.. Semangat tetap menggelora. Di dalam diri Bunga Bangsa sebutan Pahlawanku. Bersenjata bambu runcing, keris, dan doa. Melawan para penjajah bersenjata lengkap. Kini 76 tahun Ibu Pertiwi merdeka. Tanah ini penuh darah dan keringat perjuangan. Pahlawan tidak akan terlupakan oleh kalbu. Bendera merah putih tegak karenamu pahlawan. Note: Ditulis pada hari pahlawan 10 November 2021 ❤️