Postingan

Mengenang Sastrawan Indonesia

Gambar
"Hening Gendis" Karya Sapardi Djoko Damono (Yang fana waktu, karyamu abadi) /i/ Hening adalah ketika angin Membujukku mendirikan Istana di atas selembar Awan putih Selembar saja Berlayar sangat perlahan Mengayuh angin Yang tak henti-hentinya Merindukan istana agar bisa sejenak Ya Sejenak saja Telentang meluruskan badan Melupakan impian Tentang istana Tentang istirahat Tentang takdir Sebagai kembara abadi /ii/ Hening adalah ketika terdengar Dendang gerimis Tanpa partitur Membasahi kelokan- Kelokan tajam Sepanjang lorong

Sastra Dini (TraDi)

Gambar
Ibrah Si C Untuk Bumi Karya Dini Rosyada Mahmud Bulan lalu... Sang surya terbit dari timur kota Pejalan beranjak memulai harinya Hendak pergi ke tujuan puannya Suara  klakson di jalanan bersahutan Asap hitam menari diatas udara kota Bengawan pun berubah warna keruh Si hijau juga tampak tergusur si tinggi Bulan kini... Surya kan tenggelam di barat Senja segera menyapa di kota Jalanan tampak sepi lalu lalang Ku lihat daun kering yang jatuh Bebas berterbangan di jalanan Tidak ada asap hitam menari Udara kini dipenuhi tarian si O2 Bulan kini... Si C kecil-kecil cabe rawit Datang seperti tamu tak diundang Ia mampu menggusar keramaian Mendeburkan perasaan cemas Sebagian ada terdiam di bilik Sebagian ada menjadi pejalan Agar dapurnya tetap mengepul Yang lalu & kini... Bumi telah tua dan merasakan penat Batuk akan asap hitam dari cerobong Gatal akan sampah kian menggunung Demam akan hutan-hutan yang gundul Bumi menginginkan istirahat sejenak K...

Sastra Dini (TraDi)

Gambar
Menanti Pelangi Yang Sama Oleh Dini Rosyada Mahmud Sumber foto: Google *Kelabu Kulihat awan diatas sana Menatapku dengan wajah masam Tanganku mengadah pada Sang Kuasa Berharap langit akan kembali cerah Tapi tangganku terkena tetesan hujan Aku menatap kembali awan masam Tetesan airnya juga jatuh pada mataku Jauh menembus ke dalam atmaku Kurasakan atmaku makin terisak *Gemericik Suara tetesan air hujan jatuh ke tanah Angin menyampaikan pesan padaku "Aku merindukamu jauh disini" Rindunya bak api ingin melahap kayu Namun tak sempat, diguyur hujan Isakku beradu dengan suara gemericik Jejak-jejak kemarin telah kita lukis Menghilang tergilas hujan yang turun Kita sabar menanti hujan mereda *Pelangi Hujan kupercaya rahmat Tuhan Kubalas pesan dia lewat angin "Kutunggu kau di tepi telaga warna" Angin berdampingan dengan hujan Membawa pesanku terbang pergi jauh Waktu mempersilahkan hujan mereda Tuhan melukis indah...